01292 2200193 4500001002100000005001500021035002000036245006300056100001700119250001100136300002800147856003100175260004000206082001400246084001400260020001800274600001100292520079500303INLIS00000000000284520220106105610 a0010-01220000261 aEmmy Saelan Menyerahlah :bKumpulan Cerpen /cArief Gossin0 aArief Gossin acet. 1 a114 ;c21, cmemonograf aPerpustakaan umum makassar aMakassar :bPUSTAKA REFLEKSI,c2007 a800 Gos c a800 Gos c a979-3570-47-4 4aCerpen aMenyerahlah Juffrouw Emmy Saelan, terdengar suara seorang serdadu belanda yang mengetahui peluru nona itu telah habis. Emmy sangat susah dan sedih dengan kenyataan itu. "Saya mati sekarang mungkin sudah waktunya", demikian bathinnya. "Menyerahlah Juffrouw Emmy Saelan!" terdengar seruan lagi, " Tak ada gunanya melawan! Nona sudah terkepung! Berpikirlah, lebih baik menyerah sekarang. Keluarlah dari tempat persembunyiannya". "Tebaklah saya!" teriak Emmy Saelan sambil keluar dari tempat persembunyiannya, "Tapi saya tak akan menyerah!" dan diingatnya bahwa masih ada sebutir granat nanas yang dari tadi masih ada disimpannya dalam saku roknya yang longgar. Tidak ada nampak granat dari luar. "Kalian menggunakan akal bulus semua! kalian menggunakan para pengkhianat untuk menangkap saya!"