01992 2200361 4500035002000000001002100020005001700041006001900058007000300077008004100080856016600121020002300287040002700310082002000337084001900357100003900376245010300415250002700518264004400545300005200589336002400641337003300665338002600698504003500724520071400759650003101473700002901504850001301533990002101546990002101567990002101588990002101609 a0010-0122001576INLIS00000000090058820191018124846.0aa g b 000 0 ta191017s2016 jbia g b 000 0 ind  x http://opac.perpusnas.go.id/uploaded_files/sampul_koleksi/original/Monograf/1169214.JPG?rnd=1060308475y http://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1169214  a 978-602-6348-15-9 a JKPNPNA b ind e rda042 [23a 674.144  a 674.144 BAM h0 a Bambang Harsoyo, 1993- e penulis10a "Hujan" rejeki dari budidaya jati / c penulis, Bambang Harsoyo ; pemeriksa aksara, Dylan Raytama a Cetakan pertama, 2016 1a Depok : b Forest Publishing, c 2016. a 108 halaman : b ilustrasi berwarna ; c 21 cm 2 rdacontenta teks  2 rdamediaa tanpa perantara  2 rdacarriera volume  a Bibliografi : halaman 104-107 a Jati adalah tanaman yang sangat populer sebagai penghasil bahan baku untuk industri perkayuan sebab mempunyai kualitas yang tinggi, harga jual yang sangat mahal serta ketahanannya yang cukup kuat. Kekuatan dan keindahan seratnya merupakan faktor utama yang menjadikan kayu jati sebagai pilihan. Kebutuhan dan permintaan akan kayu jati selalu meningkat tiap tahunnya baik di dalam maupun luar negeri sedangkan populasi dan pasokannya semakin menipis karena siklus umur panen jati konvesional relatif lama (sekitar 45 tahun). Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan tanaman jati yang memiliki umur panen relatif cepat dengan keindahan dan kualitas serat yang baik pula yang dapat memenuhi kebutuhan pasar. 4a Jati (Pohon) x Budi daya0 a Dylan Raytama e editor a JKPNPNA a 201900103052934 a 201900103052935 a 201900103052936 a 201900103052937