=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000000002845 =005 20220106105610 =035 ##$$a 0010-0122000026 =245 1#$$a Emmy Saelan Menyerahlah : $b Kumpulan Cerpen /$c Arief Gossin =100 #$$a Arief Gossin =250 ##$$a cet. 1 =300 ##$$a 114 ; $c 21, cm$e monograf =856 ##$$a Perpustakaan umum makassar =260 ##$$a Makassar :$b PUSTAKA REFLEKSI,$c 2007 =082 ##$$a 800 Gos c =084 ##$$a 800 Gos c =020 ##$$a 979-3570-47-4 =600 #4$$a Cerpen =520 ##$$a Menyerahlah Juffrouw Emmy Saelan, terdengar suara seorang serdadu belanda yang mengetahui peluru nona itu telah habis. Emmy sangat susah dan sedih dengan kenyataan itu. "Saya mati sekarang mungkin sudah waktunya", demikian bathinnya. "Menyerahlah Juffrouw Emmy Saelan!" terdengar seruan lagi, " Tak ada gunanya melawan! Nona sudah terkepung! Berpikirlah, lebih baik menyerah sekarang. Keluarlah dari tempat persembunyiannya". "Tebaklah saya!" teriak Emmy Saelan sambil keluar dari tempat persembunyiannya, "Tapi saya tak akan menyerah!" dan diingatnya bahwa masih ada sebutir granat nanas yang dari tadi masih ada disimpannya dalam saku roknya yang longgar. Tidak ada nampak granat dari luar. "Kalian menggunakan akal bulus semua! kalian menggunakan para pengkhianat untuk menangkap saya!"