=LDR 00000nam 2200000 4500 =035 ##$$a 0010-0122001509 =001 INLIS000000000853465 =005 20181130074725.0 =006 aa g 000 | =007 ta =008 181130t2017 jkia g 000 | ind =856 ##$$y http://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1121544 =020 ##$$a 978-602-271-084-4 =040 ##$$a JKPNPNA $b ind =082 4$$a 618.207 5 $2 [23] =084 ##$$a 618.207 5 SUR k =100 1#$$a Surya, IGP $e penyusun =245 1 $$a Kehamilan dengan hapatitis B / $c Prof.Dr.dr.IGP Surya, Sp.OG (K), dr. RyankaSaktika Mulyana, M.Biomed, Sp.OG., dr.Endang Sri Widiyanti, M.Biomed, Sp.PG =264 #1$$a Jakarta : $b Sagung Seto, $c 2017 =264 # $$c © 2017 =300 ##$$a xii, 112 halaman : $b ilustrasi ; $c 21 cm =336 ##$$a teks $2 rdacontent =337 ##$$a tanpa perantara $2 rdamedia =338 ##$$a volume $2 rdacarrier =504 ##$$a Bibliografi : halaman 85-113 =520 ##$$a Buku ini membahas mengenai epidemiologi infeksi virus hepatitis B, cara penularan infeksi virus hepatitis B, partikel virus hepatitis B, petanda serologik virus hepatitis B, manifestasi infeksi virus hepatitis B dan cara pencegahan virus hepatitis B, dengan fokus pada hepatitis B dalam kehamilan. Pada daerah endemik berat VHB, penularan biasanya terjadi secara perinatal dan penularan horizontal masa anak. Pada daerah endemik sedang penularan VHB umumnya terjadi pada masa anak dan dewasa, sedangkan pada daerah endemik rendah penularan perinatal pada masa anak jarang terjadi, tetapi lebih sering secara horizontal melalui hubungan kelamin, pemakaian jarum suntik yang tercemar VHB. VHB Bisa terdapat pada air liur, airmata, air mani, air susu ibu, disamping juga bias terdapat pada cairan asites, pleura, serebrospinal dan lendir vagina (Hollinger, 1991). =650 #4$$a Kehamilan $x Diagnosis =700 #$$a RyankaSaktika Mulyana $e penyusun =700 #$$a Endang Sri Widiyanti $e penyusun =850 ##$$a JKPNPNA =990 ##$$a 201800103041268 =990 ##$$a 201800103041269 =990 ##$$a 201800103041271 =990 ##$$a 201800103041272