<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0122001520</subfield>
    </datafield>
    <controlfield tag="001">INLIS000000000893970</controlfield>
    <controlfield tag="005">20191017163056.0</controlfield>
    <controlfield tag="006">ao   g b    000 0 </controlfield>
    <controlfield tag="007">ta</controlfield>
    <controlfield tag="008">190412s2018    yoio   g b    000 0 ind  </controlfield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="y">http://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1162318</subfield>
      <subfield code="x">http://opac.perpusnas.go.id/uploaded_files/sampul_koleksi/original/Monograf/1162318.JPG?rnd=1782337385</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">978-602-51556-6-6</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="040" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">JKPNPNA</subfield>
      <subfield code="b">ind</subfield>
      <subfield code="e">rda</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1=" " ind2="4">
      <subfield code="a">597.432 [23]</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">597.432 ALZ p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Alzeda Resti</subfield>
      <subfield code="e">penulis</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
      <subfield code="a">Panduan praktis budidaya Belut /</subfield>
      <subfield code="c">penulis, Alzeda Resti ; penyunting, Nur Iswarso</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Cetakan I, 2018</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="264" ind1="#" ind2="1">
      <subfield code="a">Yogyakarta ;</subfield>
      <subfield code="b">Hijaz Pustaka Mandiri,</subfield>
      <subfield code="c">2018</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">iv, 96 halaman :</subfield>
      <subfield code="b">ilustrasi foto hitam putih ;</subfield>
      <subfield code="c">21 cm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="336" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">teks</subfield>
      <subfield code="2">rdacontent</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="337" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">tanpa perantara</subfield>
      <subfield code="2">rdamedia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="338" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">volume</subfield>
      <subfield code="2">rdacarrier</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="504" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Bibliografi : halaman 92-94</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="3" ind2="#">
      <subfield code="a">Belut merupakan kelompok ikan yang termasuk dalam suku synbranchideae. Belut merupakan jenis ikan yang bias berubah kelamin atau hermaprodit yaitu dimasa usia muda berjenis kelamin betina, setelah dewasa (biasanya setelah berumur Sembilan bulan) berubah menjadi berjenis kelamin jantan. Belut betina berwarna lebih cerah atau lebih muda, hijau muda pada punggung dan putih kuning pada perut. Belut jantan berwarna abu-abu gelap. Badannya lebih Panjang dengan kepala lebih tumpul. Belut biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia belut mulai popular sekitar tahun 1970an, mulai dikenal luas dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor. Jenis spesies belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut kali/laut. Belut sawah (lindung/moa) merupakan jenis yang paling unggul dan kerap dikonsumsi oleh masyarakat. Dan jenis ini pula yang sering diternakkan atau dikembangbiakkan. Budidaya belut ada dua cara, pertama menggunakan lumpur sebagai tempat tumbuh kembang biak, dan yang kedua adalah dengan menggunakan air jernih. Tempat/wadah pengembangbiakkan bisa dengan drum, terpal atau dibuatkan kolam. Belut membutuhkan media tumbuh yakni berupa lumpur. Beberapa material yang bias dijadikan bahan membuat lumpur/media tumbuh antara lain : lumpur sawah bias juga lumpur kering, kompos, humus, pupuk kendang, sekam padi, jerami padi, pelepah pisang, dedak, tanaman air, dan mikroba decomposer. Belut akan cepat besar jika media pendukungnya cocok sehingga dalam budidaya belut dalam kolam dan drum media pendukung harus menjadi perhatian.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Belut</subfield>
      <subfield code="x">Pembudidayaan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Nur Iswarso</subfield>
      <subfield code="e">penyunting</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="850" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">JKPNPNA</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">201900103043907</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">201900103043904</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">201900103043906</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="990" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">201900103043905</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
