Detail Katalog

ID: 4425
Cover Tidak Tersedia

Gambar cover belum diupload

Panduan praktis budidaya Belut / penulis, Alzeda Resti ; penyunting, Nur Iswarso

Edisi: Cetakan I, 2018
Pengarang
Alzeda Resti penulis ; Nur Iswarso penyunting
Penerbit
Hijaz Pustaka Mandiri, :
Tempat Terbit
Yogyakarta ;
Tahun Terbit
2018,
Bahasa
ind
Subjek
Belut Pembudidayaan
Detail Teknis
Deskripsi Fisik
iv, 96 halaman : ilustrasi foto hitam putih ; 21 cm
ISBN
978-602-51556-6-6
Nomor Panggil
597.432 ALZ p
Control Number
INLIS000000000893970
BIB ID
0010-0122001520
Catatan
Bibliografi : halaman 92-94 ; Belut merupakan kelompok ikan yang termasuk dalam suku synbranchideae. Belut merupakan jenis ikan yang bias berubah kelamin atau hermaprodit yaitu dimasa usia muda berjenis kelamin betina, setelah dewasa (biasanya setelah berumur Sembilan bulan) berubah menjadi berjenis kelamin jantan. Belut betina berwarna lebih cerah atau lebih muda, hijau muda pada punggung dan putih kuning pada perut. Belut jantan berwarna abu-abu gelap. Badannya lebih Panjang dengan kepala lebih tumpul. Belut biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia belut mulai popular sekitar tahun 1970an, mulai dikenal luas dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor. Jenis spesies belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut kali/laut. Belut sawah (lindung/moa) merupakan jenis yang paling unggul dan kerap dikonsumsi oleh masyarakat. Dan jenis ini pula yang sering diternakkan atau dikembangbiakkan. Budidaya belut ada dua cara, pertama menggunakan lumpur sebagai tempat tumbuh kembang biak, dan yang kedua adalah dengan menggunakan air jernih. Tempat/wadah pengembangbiakkan bisa dengan drum, terpal atau dibuatkan kolam. Belut membutuhkan media tumbuh yakni berupa lumpur. Beberapa material yang bias dijadikan bahan membuat lumpur/media tumbuh antara lain : lumpur sawah bias juga lumpur kering, kompos, humus, pupuk kendang, sekam padi, jerami padi, pelepah pisang, dedak, tanaman air, dan mikroba decomposer. Belut akan cepat besar jika media pendukungnya cocok sehingga dalam budidaya belut dalam kolam dan drum media pendukung harus menjadi perhatian.
Status
Tersedia di OPAC Bibliografi Nasional Indonesia Karya Tulis Ilmiah Nasional RDA Cataloging
Informasi Eksemplar & Metadata
Format MARC21 - Total 28 field
Tag Ind1 Ind2 Nilai Urutan
035 # # $a 0010-0122001520 1
001 _ _ INLIS000000000893970 2
005 _ _ 20191017163056.0 3
006 _ _ ao g b 000 0 4
007 _ _ ta 5
008 _ _ 190412s2018 yoio g b 000 0 ind 6
856 # # $y http://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1162318 $x http://opac.perpusnas.go.id/uploaded_files/sampul_koleksi/original/Monograf/1162318.JPG?rnd=1782337385 7
020 # # $a 978-602-51556-6-6 8
040 # # $a JKPNPNA $b ind $e rda 9
082 _ 4 $a 597.432 [23] 10
084 # # $a 597.432 ALZ p 11
100 _ # $a Alzeda Resti $e penulis 12
245 1 _ $a Panduan praktis budidaya Belut / $c penulis, Alzeda Resti ; penyunting, Nur Iswarso 13
250 # # $a Cetakan I, 2018 14
264 # 1 $a Yogyakarta ; $b Hijaz Pustaka Mandiri, $c 2018 15
300 # # $a iv, 96 halaman : $b ilustrasi foto hitam putih ; $c 21 cm 16
336 # # $a teks $2 rdacontent 17
337 # # $a tanpa perantara $2 rdamedia 18
338 # # $a volume $2 rdacarrier 19
504 # # $a Bibliografi : halaman 92-94 20
520 3 # $a Belut merupakan kelompok ikan yang termasuk dalam suku synbranchideae. Belut merupakan jenis ikan yang bias berubah kelamin atau hermaprodit yaitu dimasa usia muda berjenis kelamin betina, setelah dewasa (biasanya setelah berumur Sembilan bulan) berubah menjadi berjenis kelamin jantan. Belut betina berwarna lebih cerah atau lebih muda, hijau muda pada punggung dan putih kuning pada perut. Belut jantan berwarna abu-abu gelap. Badannya lebih Panjang dengan kepala lebih tumpul. Belut biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia belut mulai popular sekitar tahun 1970an, mulai dikenal luas dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor. Jenis spesies belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut kali/laut. Belut sawah (lindung/moa) merupakan jenis yang paling unggul dan kerap dikonsumsi oleh masyarakat. Dan jenis ini pula yang sering diternakkan atau dikembangbiakkan. Budidaya belut ada dua cara, pertama menggunakan lumpur sebagai tempat tumbuh kembang biak, dan yang kedua adalah dengan menggunakan air jernih. Tempat/wadah pengembangbiakkan bisa dengan drum, terpal atau dibuatkan kolam. Belut membutuhkan media tumbuh yakni berupa lumpur. Beberapa material yang bias dijadikan bahan membuat lumpur/media tumbuh antara lain : lumpur sawah bias juga lumpur kering, kompos, humus, pupuk kendang, sekam padi, jerami padi, pelepah pisang, dedak, tanaman air, dan mikroba decomposer. Belut akan cepat besar jika media pendukungnya cocok sehingga dalam budidaya belut dalam kolam dan drum media pendukung harus menjadi perhatian. 21
650 # 4 $a Belut $x Pembudidayaan 22
700 _ # $a Nur Iswarso $e penyunting 23
850 # # $a JKPNPNA 24
990 # # $a 201900103043907 25
990 # # $a 201900103043904 26
990 # # $a 201900103043906 27
990 # # $a 201900103043905 28
Penjelasan Field MARC21:
  • 001: Control Number
  • 005: Date and Time of Latest Transaction
  • 020: ISBN
  • 100: Main Entry - Personal Name
  • 245: Title Statement
  • 250: Edition Statement
  • 260: Publication Information
  • 300: Physical Description
  • 650: Subject
  • 700: Added Entry - Personal Name